Showing posts with label Melancong. Show all posts
Showing posts with label Melancong. Show all posts

Thursday, 21 November 2019

Sapta Wening, Manjing Wening ing Kahanan Tentrem


Hii bor..
Gue punya rekomendasi tempat ngopi yang chill abis nih, kali ini ada di daerah Kabupaten Batang yaa. Tepatnya di Desa Bawang Kecamatan Blado.
Menemukan tempat nongkrong yang cozy dengan harga murah dan suguhan pemandangan alam yang indah  memang gampang-gampang susah.
Tepat di kaki gunung  Kemulan, terdapat sebuah gubuk atau kedai kopi yang menyuguhkan panorama sangat indah dan chill abis.
Sapta Wening, iya itu nama kedainya.
Sapta yang berarti tujuh dan wening yang berarti Hening atau tenang, kira-kira kalo digabungin jadi tujuh hari dalam keheningan dan ketenangan, tiap hari dong jadinya. Gitu sih menurut mas Awik salah satu Barista yang ada di sana.
Simak baik-baik ya bor…
          Buat gue, Sapta wening bukan sekedar kedai kopi atau tempat nongkrong biasa, tapi juga sebuah tempat meditasi. Dimana gue bisa nenangin diri setiap kali datang kesini. Menurut gue lho~
Kenapa bisa gitu? Iyeeee, gue tau lu pasti bakal nanya gitu, ye kaaan?
Karena di sana gue juga nemuin kedamain yang nggak bisa gue dapet di sekitar tempat tinggal gue sekarang.
Saat gue muak banget sama suasana perkotaan, muak sama kerjaan dan butuh banget inspirasi buat nulis ataupun gambar, yaudah datang aja ke sana. Aneh bin ajaib, seketika gue ngerasa plong, hati dan fikiran adem dan rilex total.
Dan ternyata bukan cuma gue bor yang ngerasain gitu. Beberapa waktu lalu gue sempet singgah ke sana dengan seorang musisi, fotografer dan treveller dunia. Dia ngrasain hal yang sama kaya gue dan suka datang ke tempat ini pas lagi butuh inspirasi dan penat.
Emang sih, Kedai ini baru dibuka bulan Juni 2019 kemarin, tapi udah banyak bikin customer kena candu buat datang ke sini terus. Sapta Wening benar-benar menawarkan panorama alam dan keasrian hutan pinus yang rindang dan sejuk, sehingga para pengunjung merasa betah berlama – lama. Termasuk gue!
Walaupun cuaca panas pepohonan rindang akan menaungi kita dan menjaga kesejukan area kedai.
Konsep kedai kopi ini Back to Nature banget. Disana kita bakal dimanjain dengan pemandangan indah pohon pinus yang berbaris sangat rapi dihiasi bunga pinus yang berjatuhan dibawahnya. Gue paling demen ngambilin tuh bunga, rasanya pengen bawa karung tiap main kesana. Bisa bayangin dong di antara pohon pinus yang rindang, terdapat sebuah gubuk sederhana yang memiliki interior serba kayu dan sangat menyatu dengan alam.  Di sekeliling gubuk tersebut ada beberapa pasang meja kursi kayu yang didesign sangat minumalis, dan diantara pohon-pohon pinus yang tinggi tergantung beberapa hammock dan gazebo unik.
Kalau gue sih lebih suka di outdoornya. Biasanya gue duduk di tepi tebing dengan beralaskan tikar. Disana gue bisa tiduran di atas tikar, atau di atas hammock sambil baca buku atau mandangin gunung Kemulan yang ada di sebelah selatan kedai, pun hutan lebat yang indah banget di sebelah timur. Karna ini berada di dataran tinggi, so kita bisa liat beberapa desa yang letaknya lebih rendah dan jauh dari sini. Kalau malem tiba, kita bisa saksikan gemerlap lampu pedesaan, bulan yang indah dan bintang yang seolah berlomba-lomba memancarkan cahaya tanpa terhalang apapun. 




 Oke sekarang kita ke menu. Makanan dan minuman yang disajikan pun beragam, walaupun tidak begitu banyak sih. Kopi sebagai menu utama, dan hanya ada manual brew ya di sini. Karena di Sapta Wening belum ada listrik, jadi minuman yang disediakan hanya minuman panas. Selain berbagai macam kopi lokal sebagai menu utama, disini juga tersedia teh dan coklat. Untuk teh sendiri ada 2 varian bor, teh hitam dan teh hijau, teh nya juga teh lokal loh bor. Kedai ini mematok harga makanan mulai Rp. 10.000,- sampai Rp.15.000,-,sangat murah meriah, pun dengan minumannya. Tentu tidak membuat kantong pengunjung jebol. Dan yang paling menarik, cemilan yang disajikan disini dalam porsi sharing, alias buanyak banget.





Suasana sore di sini nggak kalah asik. Kita bisa liat matahari yang mulai terbenam dari sela-sela pohon pinus. Kalo gue lebih seneng suasana sore ketika habis hujan, karna langit biasanya mejadi orange keungu-unguan, gitu deh pokoknya, Nah kalo hari udah gelap biasanya para pengunjung dibuatkan api unggun. Selain buat menghangatkan badan, api unggun juga dibuat untuk penerangan. Karena di kedai ini belum ada listrik, jadi selain penerangan lampu portable yang dipasang dalam kedai, luar kedai juga butuh penerangan. Beberapa pengunjung biasanya akan bergabung dan duduk melingkar diantara api unggun sambil bermain gitar dan bernyanyi sesuka hati. Jadi selama belum ada listrik ini, kedai tutup tidak terlaru larut yaa..
Mengingat pentingnya listrik sebagai sarana penerangan yang vital pada malam hari, kedai ini merencanakan tetap akan ada saluran listrik. Selain untuk penerangan jalan, saluran listrik juga dibutuhin buat nge grinder beens coffee dong.
Selain kita bisa nongkrong dan ngopi di sana, kita bisa juga camping bor..
Jadi di sini menerima siapapun yang hendak camping dengan membayar uang kebersihan sesukanya. Temen-temen barista dari kedai bakal nemenin kita.
Nah, berhubung disini dekat dengan Air Terjun Genting (Curug Genting), para pengunjung sapta wening bisa sekaligus berwisata ke Curug Genting.
Kalian harus coba kesini langsung, karna banyak keindahan dan kenyamanan yang susah gue tulis dan gue elasin..
 


  


           Terimakasih mas Awik dan Mas Koko sudah membantu memberikan bahan menulis (foto, all about Sapta Wening) dan terimakasih untuk pelayanan terbaik setiap kali gue datang ke kedai..

 
 


Alamat   : Desa Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah
Jam Operasional
Buka   : Senin – Minggu pukul 10.00 WIB (kecuali Jum’at pukul 13.00 WIB)
Tutup  : Senin – Minggu pukul 20.00 WIB (kecuali Kamis pukul 18.00 WIB)

Tuesday, 22 October 2019

Senja di Bali Coffee & Garden yang bikin Chill di Bali

senja.dibali.insagram

Hii bor,
Kali ini gue bakal kasih tau kalian salah satu coffee shop chill di Denpasar, Bali.
Karena kali ini gue ke Bali sendirian, so harus mandiri pake banget dong buat nglakuin segala sesuatunya. Mulai dari cari tiket, hotel, tempat wisata, makan, pun cari tempat nongkrong yang cozy.
Nah, waktu gue jadi MC acara Brewers Championship Nasional di Jawa Tengah, kenal dong gue sama salah satu brewers dari Bali, dan gue nyoba buat nongkrong di Coffee Shop tempat dia kerja.
Senja di Bali Coffee & Garden, yap itu nama coffee shopnya. Berada di jalan ring road Sanur, kebetulan banget deket sama hotel dimana gue stay. Coffee shop ini lokasinya bergabung dengan Pie Susu Bali. Jadi dalam sekali kunjung kita bisa merampungkan 2 kegiatan sekaligus bor. Berbelanja pie susu untuk oleh-oleh dan lanjut nongkrong kece di SenjadiBali Coffee. Konsep one stop place for many activities tampaknya memang sudah disiapkan dari awal.
Sesuai dengan namanya, yaitu Senja Di Bali Coffee & Garden. Coffee shop ini mengusung konsep Garden, menggunakan dekorasi kayu pada bagian dalam ruangan, sehingga menciptakan nuansa yang hangat dan menyenangkan. Beberapa bagian dindingnya dihias gambar bunga yang minimalis. Saat malam, suasana di sini begitu cozy dengan pencahayaan berwarna kuning dan music dengan volume kalem yang membuat suasana menjadi Chill abis. Atmosfer tenangnya memang dapat begitu gue rasain saat masuk ke ruangan.




Waktu pertama kali gue dateng, rasanya kek terhipnotis dengan tempat tersebut. Sebuah Coffee shop bergayarustik ini siap menenangkan hati dan pikiranku yang sedang kalut waktu itu. Pada bar tertata  rapi beberapa jenis kopi lokal Bali, coffee roaster dan kotak display kaca berisikan sederatan cakes yang begitu menggoda dan beberapa ornamen yang unik, bonus pencahayaan yang temaram. Pas banget dengan konsep senja di Bali secara keseluruhan.
Ada lagi nih yang menarik, tempat cuci tangan terbuat dari mesin jahit edisi jadul. Buat mereka yang lahir di tahun 60an dan 70an, pasti cukup familiar dengan mesin yang satu ini. Mesin manual dengan engkol tangan dan kaki, ada penggerak besi dengan bentuk persis seperti setir mobil, dan tatakan kayu yang kokoh.
Di sisi luar ruangan bar, ada sederetan meja kecil dan bangku tinggi (bar chair). Sementara persis menempel di sisi bangunan utama, ada bangku panjang yang terbuat dari kayu-kayu besar. Ada 2 roda kayu yang biasa digunakan untuk pedati di kanan dan kiri. Dudukannya juga tinggi. Buat gue dengan tinggi badan minimalis, perlu berjinjit untuk duduk.
Disini gue temukan sederetan pemandangan yang cantik luar biasa. Ruang semi terbuka ini terlihat memanjang. Dilengkapi dengan tanaman-tanaman cantik, beberapa tempat duduk dan meja, kita diajak merasakan indahnya teras di lahan terbatas. Di sisi terujung ada ayunan kayu yang jadi spot foto favorit pengunjung. Untuk meninggalkan jejak akan keberadaan kita, sengaja dibuat signage kayu nama Senja Di Bali di beberapa titik foto. Ide kecil tapi mengena.
Ada juga beberapa quote yang diabadikan di media kayu. Ditata dengan begitu apiknya bersamaan dengan suburnya tanaman-tanaman hijau dan dekorasi rustik yang memang (sepertinya) jadi ciri khas Senja Di Bali. Beberapa hasil kerajinan tangan (craft) dan bantalan kursi dengan cover cantik juga ada melengkapi sentuhan penataan teras.




senja.dibali.instagram
Selain suasana yang cozy dan chill abis, Coffee shop  ini juga menyediakan berbagai pilihan menu yang tak kalah cozy.
Selain berbagai macam menu Kopi yang rasanya sangat fantastis, disini juga menyediakan menu  makanan berat dan ringan. Pie susu mini, Nasi cumi dan Nasi Gurita adalah menu andalan dari Coffee shop tersebut. Pas gue dateng mereka lagi punya varian cake baru “Ice Milo Cake” dan menu baru dari Kopinya adalah Cold Brew, lagsung dong gue direkomdasiin buat pesen itu.
            Betah dan nggak pingin beranjak dari tempat ini. Sungguh tempat yang sangat disayangkan berada di Pulau yang cukup jauh dari tempat gue tinggal. Andai saja Coffee shop ini ada di Kota gue tinggal, bakal tiap hari gue datengin buat ngopi, nulis, atau sekedar membaca buku. Coffee Shop yang sangat cocok buat mencari inspirasi, nggosip sama temen-temen, atau santai bersama keluarga. Buat gue yang tidak terlalu suka dengan keramaian, kebisingan, dan butuh tempat buat aktivitas gambar dan nulis, Coffee ini sangat recommend banget.




            Naahhh, buat kalian yang sedang liburan di Bali dan punya waktu (sangat) terbatas, terutama untuk hunting oleh-oleh dalam kondisi tidak terlalu hiruk pikuk, datang ke sini jadi pilihan yang tepat banget yaa~
Selamat mencoba...

Jam Buka Senja di Bali Coffee & Garden
Senin - Jumat & Minggu  : 08.00 - 22.00 WITA
Sabtu                                 : 08.00 - 23.00 WITA


Tuesday, 5 March 2019

Kisah Klasik Gunung Prahu Coffee Day


Gunung Prahu Cooffee Day (GPCD) merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda Peduli Potensi Bawang (GP3B) yang bekerja sama dengan berbagai komunitas asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang sudah dilaksanakan tiga tahun terakhir ini. Acara tersebut diselenggarakan sebagai salah satu wadah atau terobosan komunitas GP3B untuk mengangkat dan memperkenalkan kopi lokal dan wisata daerah Bawang. GP3B merupakan komunitas para pemuda di Kecamatan Bawang, Kabupatan Batang Jawa Tengah.
Gunung Prahu Coffee Day diselenggarakan di Agrowisata Damar Asri Desa Deles, Kecamatan Bawang Kabupaten Batang. Acara GPCD tahun ini mengangkat tema Romantic Coffee Tunes dan dihadiri oleh Bapak Wihaji selaku Bupati Batang.
rahmathadi.com
Lomba brewing battle merupakan acara pokok pada GPCD. Puluhan barista dari berbagai kota beradu keahlian menyajikan kopi nikmat. Band lokal dan musik indie adalah suguhan yang menghangatkan suasana malam itu . Di area GPCD juga disediakan Camp Area untuk para pengunjung dari luar kota. Acara GPCD tahun ini cukup berbeda, mereka mengadakan bedah buku dan didatangkan langsung Penulis Buku Kilimanjaro (Menapak atap Afrika), ya Bang Rahmat Hadi. “Ujar Danang Indra selaku panitia yang ditemui pada malam itu” (2 Maret 2019).

Dalam acara bedah buku tersebut, Bang Hadi mengulas bukunya yang berjudul Kilimanjaro (menapak atap Afrika). Beliau menceritakan kisah petualangan bagaimana dia sampai ke Punjak Gunung Kilimanjaro yang merupakan salah satu dari 7 Puncak tertinggi di dunia. Menabjubkan!
Di barisan paling depan saya tercengang dengan cerita petualangannya.Sengaja saya berdiri paling depan malam itu, bahkan saya meninggalkan kopi yang sedang dipesan karena acara bedah buku akan segera dimulai. Saya merupakan penanya pertama dari 3 orang yang beruntung mendapatkan Buku Kilimanjaro sekaligus tanda tangan dari Bang Hadi. Setelah 3 buku selesai dibagikan, di penghujung acara Bedah Buku Kilimanjaro dari jarak yang sedikit jauh datang seorang perempuan tua dan beliau mengajukan pertanyaan tentang situasi serta cara pendakian di Kilimanjaro. Perempuan itu adalah Bu Yuni seorang perempuan yang berusia 66 tahun. Siapa sangka beliau merupakan perempuan yang sudah menapakkan kakinya di beberapa puncak gunung di Indonesia. Bu Pendaki, ya beliau kerap disapa dengan panggilan Bu Pendaki sesuai dengan hobi dan aktifitas ekstrimnya.
Baru pertama saya melihat sosok pendaki yang se-tua beliau, bahkan dia seorang perempuan. Luar biasa. Hobi dan aktifitas yang membutuhkan tenaga dan stamina prima. Hobi yang lebih banyak digeluti kaum muda. Usia hanyalah soal angka, dan gender hanyalah perbedaan sex dan fisik.
 Masih dalam balutan rasa yang sangat bahagia karena mendapatkan buku Kilimanjaro dari sang penulis langsung dan bisa sharing tentang pendakian ketika saya mengajukan pertanyaan. Saya terharu dan speechless dengan beliau yang aktif mendaki sejak 7 tahun silam. Tak pernah menyangka sosok perempuan asal Pekalongan itu masih sanggup melakukan pendakian. Terhitung sudah banyak gunung yang didaki, dalam dan luar Jawa. Terakhir beliau menginjakkan kaki di Puncak Gunung Rinjani. Rencana beliau akan mendaki salah satu gunung impian beliau, yaitu Gunung Mahameru..
Suatu kehormatan dan kesempatan luar biasa dapat bertemu dan berinteraksi dengan Bang Rahmat Hadi dan Bu Yuni. Peserta event yang didominasi pencinta kopi dan penggiat alam dari berbagai tempat malam itu sangat antusias dan tercengang mendengar pengalaman mendaki dari Bang Rahmat Hadi dan Bu Yuni.
Ternyata bukan hanya saya dan para peserta GPCD yang hadir di situ yang sangat salut dengan petualangan beliau. Bang Hadi pun sangat kagum dengan beliau. Bahkan sebagai wujud rasa kagum dan salut atas semangat Ibu Yuni yang luar biasa, bang Hadi memberikan dukungan agar Ibu Yuni dapat mewujudkan mimpi menjejakkan kaki di Mahameru, puncak guung impian beliau. Suara riuh dari sorakan dan tepuk tagan peserta Coffee Day malam itu memecah suasana menjadi sangat ramai. Sungguh suasana yang begitu menyenangkan dan mengharukan.
Sesaat setelah acara bedah buku selesai, saya langsung menyodorkan bolpoin kepada Bang Rahmat Hadi untuk meminta tanda tangan pada buku yang beliau beri untuk saya. Dengan tulisan “To: Virgiana, bermimpilah dan wujudkan. Salam sukses”
Kembali ku ajukan pertanyaan saat beliau sibuk menulis, “Apakah Anda pernah ke Semarang?”. “sering, tapi saya belum pernah mengadakan event disana”. Kebetulan saya akan menjadi salah satu panitia dalam acara "Sejuta Buku untuk Indonesia" di Semarang, dan beliau berkenan diundang dalam acara tersebut. Sungguh suatu kesempatan langka yang terjadi malam itu.
Kopi memang  hobi dan sebuah kebutuhan bagi saya. Membaca dan Mendaki adalah kegiatan baru yang saya gemari beberapa tahun terakhir. Saya merasa menjadi orang yang paling beruntung malam itu bisa bertemu dengan Bang Hadi dan Bu Yuni. Awalnya saya sempat putus asa karena saya pikir tidak akan bisa datang dalam acara GPCD karena tugas kerja dadakan di luar kota yang seharusnya itu adalah hari libur. Entah takdir atau nasib ternyata Tuhan masih baik pada saya. Saya masih bisa melihat semi final battle kopi malam itu.
Jalan sempit nan sepi, langit yang gelap dan gerimis deras yang mengantar saya sampai di acara tersebut seolah menjadi saksi perjuangan kesana. Semua sepadan, banyak hal menabjubkan terjadi. Buku, mendapat cerita tentang petualangan dari orang-orang hebat.  Baru kemarin saya tulis tentang sebuah petualangan, dan malam itu saya bertemu dengan sang petualang yang sesungguhnya.



Batang, Maret 2019

Tuesday, 26 February 2019

Ayo Jelajahi Semarang


Kenapa harus main ke Semarang?

Nah,ini dia jawabannya

Dari lawang sewu yang penuh history sampai lumpia yang memanjakan lidah, ayo jelajahi semarang. 

Semarang merupakan Ibu kota Jawa Tengah yang memiliki beragam potensi wisata. Karena lokasinya yang strategis, Semarang memiliki potensi yang sangat lengkap, mulai dari pantai hingga cagar budaya dan wisata religi. Beberapa destinasi wisata menarik dan bersejarah bisa Anda kunjungi sambil menikmati suasana di kota ini. Dengan berlibur ke Semerang  dapat membuat waktu libur Anda menjadi lebih berwarna.
Mari kita lihat beberapa destinasi tempat wisata yang wajib dikunjungi saat ke Semarang.

1.    Kota Lama
Kota Lama yang merupakan pusat perdagangan pada abad 19-20. Kawasan yang dijuluki “Little Netherland” ini memiliki luas sekitar 31 hektar yang memiliki 50 bangunan kuno. Bangunan-bangunan tersebut secara umum mengikuti arsitektur khas Eropa yang terlihat dari bentuk serta ornamen-ornamennya Beberapa bangunan kuno yang akan terlihat unik saat dijadikan latar belakang jepretan Anda seperti Gereja Blenduk dan Susteran Ordo Fransiskan. Kedua bangunan ini merupakan peninggalan yang telah berdiri lebih dari 100 tahun.

Arsitektur asli dari bangunan ini tetap dipertahankan sampai saat ini. Sehingga akan menampilkan pemandangan yang mengingatkan dengan Indonesia pada tempo dulu.

2.    Lawang Sewu
Lawang Sewu merupakan salah satu obyek wisata Semarang Kota yang sudah sangat terkenal bahkan hingga ke mancanegara karena sejarahnya. Nama lawang sewu terinspirasi dari banyaknya pintu yang berada di bangunan ini, meskipun jumlahnya tidak sampai seribu.
Lawang Sewu berlokasi tidak jauh dari Tugu Muda. Dan menjadi salah satu bangunan kuno atau bersejarah di Semarang yang harus dilindungi.

3.    Tugu Muda
Tugu yang berbentuk seperti lilin ini mengandung makna semangat juang para pahlawan yang tidak pernah padam untuk mempertahankan kemerdekaan RI.
Tugu ini dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap pahlawan yang gugur dalam pertempuran lima hari yang terjadi di Semarang. Di sekitar Tugu Muda dibangun taman dengan berbagai ornamen seperti air mancur, lampu-lampu, pohon cemara, serta duplikasi senjata bambu runcing. Sehingga Tugu Muda pun selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin menikmati keindahan taman sekaligus mengenang sejarah para pahlawan.

4.    Klenteng Sam Po Kong
Wisata sejarah di Semarang memang sangat beragam dan unik, sebut saja salah satunya Kelenteng Gedung Batu Sam Po Kong. Tempat ini konon mejadi tempat peristirahatan Laksmana Tiongkok bernama Zheng He (Cheng Ho). Kelenteng ini juga disebut sebagai Gedung Batu karena bentuknya Gua Batu Besar dan terletak di Bukit Batu.
situs bydaya Indonesia

5.        Masjid Agung Jawa Tengah
Wisata religi di Semarang ternyata cukup banyak dan terdiri dari berbagai agama. Salah satunya adalah Masjid Agung Jawa Tengah yang diresmikan pada tahun 2006 oleh Presiden Susilo Bambang yudhoyono. Saat ini masjid tersebut selalu ramai oleh pengunjung yang hendak beribadah. Masjid yang sangat megah tersebut merupakan hasil rancangan Ir. H. Ahmad Fanani.
yukpiknik.com

6.        Kampung Pelangi
Tempat wisata di Semarang terbaru yang saat ini mulai ramai dikunjungi adalah Kampung Pelangi yang tidak jauh dari Tugu Muda. Nama aslinya adalah Kampung Wonosari yang masuk ke dalam wilayah Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan. Awalnya daerah ini merupakan perkampungan yang kumuh dan tidak menarik, namun akhirnya disulap menjadi Kampung Pelangi. Tempat wisata Semarang terbaru ini terletak di atas bukit tengah kota sehingga warna warni tersebut sangat menarik perhatian. Bahkan para pengunjung sudah ramai berfoto di kampung ini sebelum proses pengecatan benar-benar rampung.

7.        Vihara Buddhagaya Watugong
Salah satu tempat ibadah agama Buddha yang terletak di Pudakpayung, Banyumanik, Semarang Jawa Tengah. Lokasi tepatnya berada di depan Markas Kodam IV/Diponegoro. Komplek Vihara Buddhagaya Watugong tersebut terdiri dari dua bangunan induk utama yaitu Pagoda Avalokitesvara dan Dhammasala serta beberapa bangunan lain.
Pada mulanya Vihara Buddhagaya hanya digunakan sebagai tempat ibadah. Namun, dengan melihat arsitektur bangunan yang sangat kental dengan etnik Tiongkok dan Thailand, sehingga akhirnya Vihara ini juga dikembangkan menjadi obyek dan daya tarik wisata

8.        Simpang Lima
Lapangan Pancasila Semarang atau yang akrab disebut Simpang Lima masih menjadi daya tarik wisatawan yang mampir ke Kota Semarang. Deretan lampu besar membentuk tulisan "Simpang Lima" menjadi lokasi selfie favorit pengunjung bahkan hingga tengah malam. Pengunjung bisa menyewa becak berhias lampu dengan bentuk-bentuk unik itu seharga Rp 35 ribu sekali putaran. Jika pintar menawar, bisa mendapatkan harga sewa lebih murah. Jika sudah lelah bersepeda atau berfoto, bisa menyebrang jalan ke pusat kuliner. Ada berbagai menu ditawarkan termasuk Pecel Mbok Sador yang terkenal di kalangan wisatawan.

9.        Firdaus Fatimah Zahra
Berada di Gunungpati Semarang, Firdaus Fatimah Zahra merupakan tempat manasik haji yang termegah di Jawa Tengah. Dengan luas total sekitar 3 hektar, lokasi ini akan dilengkapi dengan pintu gerbang utama, gedung pertemuan, replika Kabah, replika Masjidil Haram, Replika Masjid Al Aqsa, replika tempat Sai, replika bandara dan imigrasi Arab Saudi.

10.     Waduk Jatibarang
Waduk buatan dengan luas genangan sebesar 189 hektar ini menjadi tempat favorit untuk wisata bersama keluarga. Di tengah tengah area genangan waduk terdapat pulau kecil, pulau ini adalah tempat beradanya satu destinasi wisata kota Semarang lainnya, Goa Kreo, menuju tempat ini dihubungkan dengan jembatan penghubung. Yang menarik, dengan airnya yang jernih kita bisa menjelajahi danau raksasa ini dengan naik perahu. Mengelilingi waduk dengan panorama alam perbukitan.

11.     Pantai Marina
Tak hanya wisata edukatif atau sejarah saja, pantai juga bisa menjadi tujuan tempat liburan di Semarang. Salah satu yang cukup terkenal dan selalu dipadati oleh pengunjung adalah Pantai Marina. Yang berlokasi tidak jauh dari pusat kota. Jaraknya hanya beberapa ratus meter dari Bandara Ahmad Yani. Dan sekitar 4 kilometer dari Tugu Muda serta bersebelahan dengan Puri Mareokoco. 
Di tempat rekreasi di Semarang ini ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan seperti berenang, berkeliling menggunakan perahu, atau memancing. Di sana juga terdapat penyewaan ban sebagai pelampung dan mobil balap mainan untuk mengisi waktu ketika berada di pantai.
exploresemarang.com

12.     Maron Mangrove Edupark
Wisata Semarang hits yang mulai ramai dikunjungi oleh anak muda adalah Maron Mangrove Edupark. Yang berlokasi di Tugurejo, Kota Semarang, jawa Tengah. Letaknya yang tidak jauh dari Bandara Ahmad Yani membuat para pengunjung yang tengah berada di sana merasa sensasi yang unik. Lalu lalang pesawat di udara menjadi salah satu pemandangan spesial ketika sedang berada di Maron mangrove Edupark. Selain itu hujainya bakau yang direndam oleh air laut akan tampak apik tatkala bersatu dengan jembatan kayu. Sehingga hasil foto Anda ketika berada di sini sudah pasti akan sangat menarik.
cip-tour.com

13.     Water Blaster
Tempat menarik di Semarang yang bisa Anda kunjungi bersama keluarga adalah Water Blaster Graha Candi Golf. Area ini merupakan wahana permainan air pertama serta selalu menjadi andalan warga Kota Semarang. Terdapat sekitar 8 unit total wahana air yang dimiliki oleh Water Blaster ini yang dapat memberi pengalaman menarik bagi Anda.
Wahana permainan air ini buka pukul 13.00 hingga 17.30 saat hari Senin, sedangkan hari selasa jam 10.00-17.30. Saat Minggu dan hari libur lainnya area ini buka lebih pagi, yaitu sejak pukul 07.00 sampai 17.30 WIB.
exploresemarang.com

14.     Puri Maerakaca (Taman Mini Jawa Tengah)
Puri Maerokoco adalah taman yang berada di kawasan pusat rekreasi dan promosi pembangunan. Disini, sobat native akan dihibur dengan banyaknya rumah adat yang dikenal dengan nama anjungan. Terdiri dari 35 kabupaten atau kota. Selain berbetuk sebuah rumah, di dalamnya juga terdapat berbagai macam hasil industri khas masing-masing daerah.
Selain itu juga terdapat danau yang cukup besar yang dihiasi oleh banyaknya mangrove di atas danau tersebut. Sobat native juga bisa menyewa beberapa sampan atau perahu mesin. Kedua fasilitas ini disediakan bagi sobat native yang ingin merasakan hembusan semilir angin atau ingin menjelajahi kawasan hutan mangrove yang dikenal memiliki daya pikat yang luar biasa.



15.     Old City 3d trick art Museum
Wisata yang hits di kota ini adalah Old City 3D Trick Art Museum Semarang. Dari namanya memang seperti kebarat-baratan akan tetapi wisata ini asli milik kota Semarang. Keistimewaan wisata ini, terletak pada banyaknya gambar 3D yang sangat menarik sehingga membuat pengunjung takjub akan hasil fotonya.Objek wisata ini memiliki kurang lebih 108 konsep dengan lukisan 3D yang beraneka ragam. Di Old City 3D Trick Art sendiri menyediakan berbagai tema seperti kartun, vennice, film dan beberapa icon didunia ada disana. Wisata ini juga menyediakan landmark, dari luar negeri seperti patung liberty yang merupakan simbol New york. Terdapat juga landmark terkenal lainnya seperti big ben, London, Inggris dan masih banyak lagi. Disini juga terdapat Ames Room, dimana ada ruangan yang memberikan visual unik setelah difoto.
kesiniaja.com

16.     Pasar Semawis
Pasar Semawis mungkin bisa menjadi alternatif terbaik bagi Anda yang ingin berburu wisata kuliner di Semarang. Pasar yang masuk di wilayah pecinan ini merupakan gagasan dari perkumpulan Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata). Beragam hidangan disajikan di pasar yang berlokasi di Gang Warung Pecinan, Semarang ini. Beberapa diantaranya, pisang plenet khas Semarang. Aneka sate, berbagai menu steamboat, nasi ayam, serabi, dan masih banyak lagi.
Sayangnya tempat makan di Semarang ini hanya buka pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu malam sejak pukul 6 sore. Jadi bagi Anda yang penasaran ingin mencicipi aneka kuliner khas Semarang, kunjungilah wilayah ini pada akhir pekan.
seputarsemarang.com

17.     Museum Muri
Wisata edukasi di Semarang yang cukup menarik adalah Museum Muri yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Semarang. Museum ini pertama kali didirikan pada 27 Januar 1990 dan mencatat lebih dari 1.200 rekor. Saat ini selain menjadi museum, MURI juga bertugas menghimpun data dan memberikan anugerah penghargaan terhadap prestasi anak bangsa.
rfb.semarang.blogsot

18.     Semarang Night Carnival
Wisata Semarang malam hari yang rutin diadakan setiap tahunnya untuk memperingati hari lahir kota ini adalah Semarang Night Carnival.
Wisata malam Semarang yang satu ini biasanya akan menampilkan tiga corak budaya, yaitu Jawa, Arab, dan Cina. Hal tersebut karena Semarang didominasi oleh ketiga etnis tersebut. Tetapi tidak hanya itu, Semarang Night Carnival juga mengundang penampilan dari negara tetangga. Sebut saja beberapa negara yang turut memeriahkan antara lain Korea Selatan, Malaysia, Sri Langka, Thailand, dan Taiwan.
Jatengliputan.co.id

19.     Museum Ranggawarsita
Jika kebetulan Anda mengunjungi Semarang dengan menggunakan kereta dan turun di Stasiun Poncol, tidak ada salahnya mengunjungi Museum Ranggawarsita. Museum ini merupakan salah satu tempat wisata di Semarang dekat Stasiun Poncol. Yang akan memberikan pengalaman serta pengetahuan baru bagi Anda. Museum Ranggawarsita diresmikan pada 5 Juli 1989 dengan jumlah koleksi mencapai 59.784 macam. Museum ini memamerkan berbagai warisan dan benda budaya Jawa Tengah yang diletakkan di empat bagian gedung. Masing-masing gedung menyimpan serta menceritakan sejarah yang berbeda-beda.
exploresemarang.com

20.     Kampung Wisata Taman Lele
Tempat nongkrong di Semarang yang bisa Anda kunjungi bersama keluarga adalah Kampoeng Wisata Taman Lele. Tempat ini merupakan kolam buatan yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk memberi kemudahan bagi seluruh pengunjungnya. Di sana terdapat gazebo, sepeda air, berbagai pemainan anak, dan kolam renang untuk anak. Bahkan ada juga beberapa satwa peliharaan yang dipamerkan seperti merak, berbagai jenis burung, buaya, dan ular python.
Tempat piknik di Semarang ini memiliki lokasi yang sangat strategis, yaitu tepat di jalur pantura. Bagi Anda yang sedang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju ke arah timur Pulau Jawa. Maupun sebaliknya bisa mampir ke sana.
solotribunnews.com
21.     Candi Gedung Songo
Candi Gedong Songo merupakan salah satu tempat wisata di Semarang atas yang bisa Anda kunjungi bersama keluarga. Candi yang ditemukan oleh Raffles pada tahun 1804 ini memiliki sembilan buah candi, mungin itu yang membentuk nama candi songo. Karena dalam bahasa Jawa sendiri songo memiliki arti sembilan. Candi ini terletak di ketinggian sekitar 1.200 mdpl dengan kesembilan bangunannya tersebar di lereng Gunung Ungaran Karena lokasinya yang berada di ketinggian, saat tiba di candi ini Anda akan melihat pemandangan yang sangat indah. Dan di sekitar Candi Gedong Songo Anda bisa melakukan banyak kegiatan, seperti mandi air panas yang mengandung balerang atau berkuda.
tripadvisor.ie
22.     Wisata Alam Umbul Sidomukti
Bagi Anda yang bosan dengan padatnya suasana kota dan mencari udara segar, cobalah mengunjungi wisata alam Umbul Sidomukti. Objek wisata alam Semarang ini berlokasi di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, kabupaten Semarang dengan fasilitas yang cukup lengkap.
Kegiatan yang bisa Anda lakukan ketika berada di sana adalah berenang di kolam bertingkat dengan kedalaman yang berbeda-beda. Ada juga flying fox yang memiliki panjang lintasan sekitar 110 meter dengan ketinggian kurang lebih 70 meter. Di Umbul Sidomukti juga tersedia outbound training, adrenalin games, camping ground, dan pondok wisata. Pemandangan yang disajikan tentu saja masih sangat asri dan alami sehingga benar-benar seperti menyatu dengan alam.

23.     Air Terjun Kalipancur
Tempat wisata di Semarang dan sekitarnya yang kami rekomendasikan untuk Anda adalah Air Terjun Kali Pancur. Air Terjun ini berada di Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Air terjun dengan ketinggian sekitar 100 meter ini tidak terlalu jauh dari Salatiga, hanya sekitar 14 kilometer saja. Air terjun ini terletak di punggung Gunung Telomoyo dan langsung menghadap ke obyek wisata Rawa Pening. Terbayang bukan bagaimana indahnya pemandangan di Air Terjun Kali Pancur ini. Perjalanan menuju tempat wisata di Semarang dari tempat parkir memang agak jauh. Akan tetapi karena jalanannya sudah bagus dan dipagari indahnya ciptaan Tuhan di sekelilingnya membuat rasa lelah pun terbayar. Bahkan relief bebatuan selama perjalanan sudah cukup menarik untuk dijadikan latar belakang jepretan Anda.
jejakpiknik.com
24.     Bukit  Cinta Ungaran
Namanya saja Bukit Cinta, wajar saja jika tempat wisata di Ungaran ini menjadi favorit anak muda. Bukit Cinta ini lebih tepatnya ada di daerah Rawa Pening. Kebanyakan pengunjung pengunjung yang datang ke tempat ini membawa pasangannya masing-masing untuk diajak menyaksikan pemandangan Rawa Pening dari atas Bukit Cinta. Untuk harga tiket masuk ke Bukit Cinta Ungaran berkisar mulai dari Rp 6.000 per orang. Ketika Anda pertama kali memasuki objek wisata ini, Anda akan disambut pohon-pohon pinus yang berdiri di sekitar taman.
Di tempat wisata ini juga difasilitasi dengan adanya kursi yang ada di taman, wahana bermain, dan perahu motor. Perahu motor ini bisa Anda sewa jika ingin menikmati pemandangan Rawa Pening hingga ke tengah danau. Bukit Cinta ini berlokasi di Desa Kebondowo, Banyubiru, Semarang, Jawa Tengah
jejakpiknik.com

25.     Watu Gunung
Selanjutnya ada Watu Gununh Ungaran yang merupakan area wisata dengan konsep dan tema tradisional. Terdapat kolam renang yang indah dengan nuansa alam dan danau kecil. Di sekitar kolam  terdapat saung-saung atau pendopo berukuran mini dengan bentuk yang sangat tradisional. Pendopo tersebut bisa dipakai untuk beristirahat setelah berendam atau berenang. Terdapat juga rumah joglo dan peralatan gamelan.