Hii Readers..
Kali ini gue bakal bahas tentang Kedai Kopi Idealis di
Batang.
Gue kira dapet tugas kerja di kota
ini adalah sebuah kutukan. Nggak punya temen, nggak tau tempat yang cozy buat
ngopi dan buang penat, di rumah sendirian, dan ah sial. Sampai akhirnya gue
mulai membuka diri dengan mencoba mengunjungi café-cafe yang ada di kota ini. Ah
sebut saja kedai kopi, itu akan terdengar lebih cozy di telinga.
Beberapa kali gue datang ke kedai
kopi di kota ini, dan hampir semuanya ramai. Bahkan sangat ramai. Remaja
milenial disini ternyata terbawa tren atau eksistensi, entah yang mana.
Beberapa datang berpasangan, beberapa lain datang dengan sahabat, kolega maupun
keluarga. Dan well, gue datang sendiri.
Di Kota gue tinggal sebelumnya,
datang ke kedai kopi sendirian, memesan kopi lalu duduk dan membuka leptop atau
sekedar menggambar dan sesekali melihat kanan kiri adalah hal yang biasa saja.
Berbeda dengan disini, di Kota ini. Gue ngerasa bagai
alien yang datang dari mars atau planet lain dan memiliki wajah aneh. sampai hampir
semua pengunjung menatap gue dan beberapa lainnya ngeliat gue dari ujung rambut
sampai ujung kaki.
Suasana seperti ini sangat tidak nyaman dan
menjengkelkan bagi seorang penulis amatir yang butuh kenyamanan dan inspirasi
sambil bersantai di kedai kopi.
Gue nyoba ngopi di sebuah kedai yang
berada di tengah kota Batang. Kayana Kopi, iya itu nama kedainya. Berada tidak
jauh dari pantura dan terlihat sangat cozy, dan kebetulan berada tidak jauh
dari rumah baru gue.
Kedai Kopi yang gue jadikan tempat andalan di Kota ini
bisa gue bilang Kedai Kopi yang idealis.
Kok bisa?
Karena
di sana hanya menonjolkan menu kopi sebagai sajiannya. Bukan berarti tidak ada
menu lain. Kayana Kopi memiliki menu khas racikan sendiri yang diberi nama Kayana Coffee Lover (Blend). Manual
brewing yang digunakan yakni V 60, aeropress, sypon, vietnam dripp, cold brew,
chemex, dan tubruk. Untuk sajian kopinya ada jenis arabica, robusta, excelsa,
dan liberica.
instagram@kayanakopi |
Kedai Kopi idealis bagi pecinta kopi ini menyajikan green beans dari berbagai daerah, tentu
jenisnya menyesuaikan hasil panen. Disana juga menjual beberapa peralatan kopi,
pun beans yang sudah dikemas dan ditata rapi di dekat pintu masuk kedai
tersebut. Sedangkan untuk menu makanannya, Kayana Kopi hanya menyediakan cake.
Tidak ada camilan-camilan seperti di kafe-kafe pada umumnya. Looks so fancy.
Awal gue datang kesini, banyak pertanyaan yang bermunculan
dikepala yang memiliki rambut agak gondrong ini. Mulai dari kenapa tidak ada
banyak cemilan? Kenapa Kopi sangat mendominan di menu minumanpun? Kenapa tidak
ramai para milenial yang datang membawa gitar lalu membuat gaduh kedai ini?
Kenapa tidak ada live music di kedai kopi se cozy ini? Dan pertanyaan-pertanyaan
lain menumpuk di otak yang gampang merasa penasaran ini.
instagram@kayanakopi |
instagram@kayanakopi |
Vietnam drip, adalah menu andalan gue saat datang ke kedai
kopi manapun. Soal rasa, lidah gue yang suka protes ini langsung cocok dengan
racikan kopi yang disuguhkan di Kayana Kopi.
Sedang tangan ini mencoba sedikit menulis, rasa penasaran
yang sedari datang membuat tidak fokus menulis akhirnya gue tanyakan semua kepada mas Yoga
(baca: manager sekaligus Barista Kayana Kopi). Gue tanyakan semuanya tanpa
ragu, tanpa malu pun dengan percaya diri. Itulah salah satu kelebihan gue yang
tidak punya malu saat menggali sesuatu yang membuat penasaran.
instagram@kayanakopi |
Tidak ada menu camilan selain cake dan tidak terlalu banyak
menu lain itu sengaja agar Barista hanya berkonsentrasi untuk membuat kopi
tanpa perlu sibuk dengan menyediakan menu lainnya. Tidak ada live music agar
yang datang kesana benar menikmati waktu dengan rekan, pun menikmati kopi yang
telah dipesan. Selain itu, mas Yoga ingin customer yang kembali datang ke
Kayana Kopi adalah untuk kembali menikmati kopi yang memiliki candu, bukan
karena ingin menikmati live musiknya. Pemilik Kayana Kopi tidak hanya mencari
profit tapi benar-benar niat menjual kopi. Pun menu disana tidak terbawa oleh
tren. Konsisten, dan ya sangat idealis.
Tiap gue datang kesana selalu ramai. Hampir semua yang datang
ke sana adalah orang pendatang dan benar para pecinta kopi. Bukan milenial yang
hanya sekedar mengikuti eksistensi agar terlihat kekinian. Pun salah satu alasan mas Yoga kenapa medesain Kedai beserta menunya dan strategi marketnya seperti
itu karna pengalaman dari mas Yoga sendiri yang juga seorang pendatang
di Kota ini. Jadi sengaja didesain sedemikian rupa agar para pendatang di kota
ini tidak dilema dimana mereka harus menikmati waktu santainya dan membuang
penatnya sambil menikmati Kopi.
Kedai Kopi dengan Konsep vintage dan desain ala bangunan
Inggris serta beberapa kursi yang terbuat dari rotan menjadikan tempat ini semakin nyaman. Selain itu pengunjung juga
bisa puas berswafoto sembari belajar meracik kopi bersama barista Kopi.
instagram@kayanakopi |
Buat gue yang tidak terlalu suka dengan keramaian,
kebisingan, dan butuh tempat buat aktivitas gambar dan nulis, kedai kopi ini
sangat recommend banget. Sekalipun kita datang sendirian, para barista disana
akan care dan sesekali mengajak ngobrol customer saat mereka sedang santai. So, dari situlah
kita akan mendapat teman baru selain dapat menikmati kopi dan tempat nyaman. Oya, disana juga disediakan fasilitas lebih seperti wifi, toilet, serta tempat beridabah (Mushola). Nahloh, yakin nggak penasaran sama tempat biasa gue ngopi ini?
instagram@kayanakopi |
Kayana
Kopi
• Alamat :
Jalan Ahmad Yani (dekat alun-alun) Batang
• Jam Buka : 10.00 s.d. 24.00 WIB
No comments:
Post a Comment